Traveling

#PiknikinJakarta Piknik GRATIS Berjalan Kaki Sambil Berdonasi

Ditengah ruwetnya hiruk pikuk Jakarta, ternyata kota yang terkenal dengan kesibukannya ini memiliki berbagai destinasi menarik untuk dikunjungi di akhir pekan hanya dengan berjalan kaki. Hal itu disadari oleh sekumpulan anak muda kreatif dan suka jalan-jalan, akhirnya pada bulan April 2017 mereka mendirikan Organisasi Non-provit yang dinamakan @picnichild, mereka adalah Kak Raras (@rameliavitra), Kak Julius (@juliusjoeljoseph) dan Kak Arvin (@el.ayn.morve). Lalu apa hubungannya PicniChild dengan destinasi yang ada di Jakarta?

Foto diambil dari istagram @picnichild

PicniChild ini memiliki dua program utama yaitu #PiknikSosial dan #PiknikinJakarta. Dimana pada saat #PiknikSosial, mereka mengajak anak-anak kurang mampu untuk edu wisata dan memotivasi anak-anak untuk lebih berani meraih mimpi-mimpinya. Sedangkan di #PiknikinJakarta, mereka mengajak kita untuk piknik ke salah satu destinasi di Jakarta dengan cara berjalan kaki, setelah piknik selesai kita bisa berdonasi, nominalnya bebas dan tidak ditentukan, sesuai dengan keiklasan hati kita. Dari donasi itulah #PiknikSosial dapat berlangsung secara berkesinambungan hingga saat ini sudah memasuki tahun yang kedua. Mereka juga sudah memiliki beberapa relawan tetap yang membantu para founder untuk menjadi guide pada saat piknik berlangsung. Congratulations PicniChild!

Saat ini untuk #PiknikinJakarta mereka sudah memiliki 11 rute destinasi yang bisa dikunjungi, salah satunya adalah yang aku ikuti di akhir pekan kemarin yaitu rute Chinatown. Dikabarkan rute ini adalah salah satu rute favorit dari PicniChild. Lokasi apa saja yang bisa dikunjungi dalam rute Chinatown ini, yuk baca sampai habis!

1. Cagar Budaya Candra NayaRute piknik Chinatown dimulai dari cagar budaya Candra Naya ini, kalau bukan karena ikutan #PiknikinJakarta dari PicniChild, aku tidak akan pernah tahu ada destinasi ini di Jakarta hahaha. Sebelum masuk ke dalam, Kak Nawa yang menjadi relawan pada hari itu menjelaskan secara singkat sejarah dari berdirinya Candra Naya ini. Di dalam bangunan Candra Naya banyak sekali sejarah yang juga bisa kami baca dan tentunya banyak spot foto menarik juga di dalamnya.

2. Pantjoran Tea HouseDestinasi ini sering disebut juga dengan nama Patekoan. “Pa itu artinya 8, jadi ada 8 teko yang dijajarkan di meja ini setiap hari,” jelas Kak Nawa. Letak Patekoan ini persis di persimpangan jalan, setiap orang yang lewat boleh meminum teh dari teko-teko yang disediakan di meja dengan gratis.Lumayan banget para Picnic Buddy bisa minum teh gratis di siang terik, sambil beristirahat sejenak dan tentunya berswafoto ria dan update snapgram dong! Lagi-lagi, kalau bukan karena ikutan #PiknikinJakarta aku tidak tahu kalau ada tempat ini, hahaha.

3. Kedai Kopi Tak KieSiapa yang tidak mengenal kopi legendaris ini? Katanya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda lho! Akhirnya, di destinasi ketiga ini, ada juga yang sudah pernah aku kunjungi, hahaha. Jadi kemarin itu bak nostalgia, untung masih kebagian es kopinya, karena sewaktu kami datang tinggal tersisa 5 gelas terakhir. Tapi banyak juga makanan yang sudah habis,m karena kami kesiangan, huhuhu.

4. Petak 9Disini surganya jajanan enak sih menurutku, banyak banget cemilan khas dan goreng-gorengan yang rasanya memang beneran enak, meskipun harganya sedikit lebih mahal dari gorengan pada umumnya. Buah-buahan segar juga banyak ditemui disini lho!Nah, Cimpedak Cik Lina ini juga katanya terkenal banget nih. Waktu aku coba juga rasanya memang enak, manis dan gurihnya pas. Kamu wajib coba kalau mampir ke Petak 9 ya!

5. Vihara Dharma Jaya ToasebioSudah puas makan kenyang dan ngemil-ngemil, kami sampai juga di Vihara Dharma Jaya Toasebio, seperti yang sudah-sudah Kak Nawa kembali menceritakan sejarah dari tempat ini, kemudian kami masuk dan melihat aktivitas di dalam Vihara. Masih banyak sekali orang yang sedang beribadah, tetap jaga sikap dan jangan berisik di dalam agar tidak mengganggu mereka yang beribadah.Uniknya di Vihara ini tidak hanya menyembah satu Dewa saja, jadi banyak Dewa yang bisa dipilih sesuai kepercayaan masing-masing. Bisa uji peruntungan dengan meramal juga disini hehehe.

6. Gereja Maria De FatimaSetelah dari Vihara, sampailah kami di destinasi ke enam yaitu Gereja Maria De Fatima, kali ini Kak Julius yang kebagian untuk menjelaskan sejarah dari gereja ini. Arsitekturnya masih kental dengan budaya Tionghoa, bahkan sampai ornamen altarnya. Senangnya melihat pemandangan ini ya, kerukunan terjadi antar umat beragama, karena teman-teman yang muslim juga turut antusias mengetahui sejarah dari gereja ini. Belajar satu hal lagi hari ini, bahwa setiap agama pasti mengajarkan yang baik, mari saling menghormati satu sama lain dengan rukun dan damai.

7. Vihara Dharma BaktiTak terasa selesai sudah di destinasi terakhir di rute Chinatown. Berakhir di Vihara Dharma Bakti, tempatnya lebih luas dan lebih ramai dikunjungi. Penjelasan mengenai Vihara inj sudah disampaikan pada saat di gereja tadi, jadi kami bisa langsung masuk ke dalam Vihara, sayangnya jajaran lilin raksasa sedang dibersihkan jadi tidak bisa kami abadikan.

Sudah tertarik untuk ikutan #PiknikinJakarta selanjutnya? Pantau terus instagramnya @picnichild ya supaya tidak ketinggalan informasi terbarunya! ✨

Fyi, piknik kami kemarin juga mendapat dukungan dari @recharge.id, aplikasi sewa power bank pertama di Indonesia. Kamu wajib banget download dan mulai dari 3000 rupiah saja kalian sudah bisa sewa power bank yang gak bikin kalian mati gaya karena baterai hp kalian lowbat.

Sampai ketemu lagi di piknik selanjutnya, kalau mau tanya-tanya bisa langsung colek aku di instagram @historia.nas ya temen-temen, siapa tahu kita bisa piknik bareng. Cheers! 🍻

6 thoughts on “#PiknikinJakarta Piknik GRATIS Berjalan Kaki Sambil Berdonasi”

Leave a Reply to Farah Salsabila Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *